LATEST ARTICLES

Sidang Tahunan Tetapkan Fajar Rohmat sebagai Ketua PMII Ki Ageng Petung

0

Pache News, Pacitan- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), komisariat Ki Ageng Petung STAINU Pacitan sukses menggelar Rapat Tahunan Komisariat ke-V, Ahad (18/2). Rapat kali ini merumuskan rancangan program dan rekomendasi organisasi. Forum musyawarah tertinggi di tingkatan komisariat ini berhasil mengamanahkan kepada Fajar Rohmat sebagai mandataris ketua komisariat periode 2018-2019.

Menurut ketua komisariat demisioner, Agus Purwanto, forum ini menjadi bahan evaluasi dan pertanggungjawaban dalam sebuah kepengurusan. Selain itu sebagai media penampung aspirasi dan gagasan untuk kemajuan komisariat PMII kedepan.

“Forum ini bukan hanya untuk pergantian pemimpin, bukan cuma forum kritik dan otokritik, tapi forum suci, forum sumbangsih pemikiran, gagasan, serta idealitas sehingga gerakan kita semakin massif,” ujarnya.

Laporan pertanggung jawaban dan prosesi pendemisioneran berjalan lancar dan dapat diterima oleh seluruh peserta sidang. Forum juga merekomendasikan kepada Agus Purwanto, Yazid Busthomy, Muhammad Rizal, serta Ernita Sari Gunawan untuk naik ke pengurusan berikutnya.

Sidang bertema “Membangun kader PMII menjadi kader yang berkomitmen, intelek, dan berwawasan luas dan berlandaskan Ahlus-sunnah Wal-Jama’ah” ini digelar di gedung aula Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan. Sidang dipimpin oleh ketua satu PMII bidang internal, Rojihan.

Sidang dihadiri oleh Presiden mahasiswa (Presma) STAINU, Supri dan perwakilan Pengurus Cabang PMII Pacitan. Seluruh peserta sidang yakin, Fajar Rohmat bisa mengemban amanat sebagai ketua Komosariat kedepan.

Tiada kata mutiara yang terindah, kecuali “Salam Pergerakan!!!” Salam serentak bersama dan lagu hymne PMII menutup sidang RTK-V PMII Ki Ageng Petung STAINU Pacitan.(Yazid Busthomy/Zaenal Faizin)

Wujudkan Kepedulian, NU Care Pacitan Gelar Khitanan Massal

0

Pache News, Pacitan- Sebanyak 28 anak dari keluarga kurang mampu mengikuti kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan oleh NU Care-LAZISNU Pacitan di balai desa Kayen, Pacitan. Sabtu (17/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda peringatan Harlah ke-92 NU dan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke- 273.

Ketua NU Care Pacitan, Sunoto menyampaikan, khitanan massal tersebut merupakan wujud bakti sosial yang dilakukan NU kepada masyarakat kurang mampu di Pacitan.

“Kita sebagai muslim merasa terpanggil untuk turut membantu meringankan beban keluarga yang kurang beruntung untuk mengkhitankan anaknya,” katanya.

Selain sebagai program kerja, khitanan massal ini sebagai wujud syiar Islam. Ini seperti yang ada di dalam syariat islam, khitan disyariatkan oleh Rasulullah SAW dan merupakan ibadah yang wajib bagi laki-laki.

Sunoto menambahkan,  khitanan massal ini merupakan salah satu pemanfaatan dari dana infaq dan shadaqah yang dihimpun dari warga NU.

“Selain dikhitan, para peserta juga mendapat bingkisan dari NU Care berupa satu buah Al Qur’an, buku tulis, sarung, kopiah, dan uang saku,” jelasnya.

Usai dikhitan, para peserta terlihat begitu sumringah. Walaupun sebelumnya beberapa dari mereka terlihat ketakutan saat pertama kali akan dikhitan.(Zaenal Faizin)

SMP Islam Terpadu Ma’arif, Solusi Pendidikan di Kecamatan Bandar

0

Pache News, Bandar- Pengurus NU Pacitan berupa mendekatkan fasilitas belajar di daerah perbatasan antara Desa Bandar, Desa Jeruk dan Desa Sempu yang notabene adalah kawasan yang terisolir dan rawan longsor, dengan mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu Ma’arif Bandar.

Keberadaan SMP yang berdiri sejak 2008 ini menjadi sebuah jawaban untuk masyarakat sekitar agar setelah lulus dari sekolah dasar, anak-anak mereka dapat melanjutkan ke jenjang diatasnya. Karena selama ini, kebanyakan dari mereka tidak banyak yang melanjutkan sekolah karena faktor tempat tinggal yang jauh, kurangnya biaya, dan sulitnya sarana transportasi.

Selain menyediakan pendidikan formal, SMP Islam Terpadu Ma’arif Bandar yang berada di Dusun Nalangan, Desa jeruk Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, sekolah ini juga berbasis Pondok Pesantren. Sehingga siswa-siswinya dapat bermukim dan berkegiatan di asrama yang sudah disiapkan.

Dengan model seperti ini, diharap proses belajar siswa-siswinya dapat terpantau. Baik itu pendidikan umumnya maupun pendidikan keagamaanya.

“Sehingga diharapkan siswa mampu menjawab tantangan zaman kedepan dan bisa merealisasikan ilmunya dalam berkehidupan masyarakat dan membawa perubahan yang lebih baik,”ungkap Wakil Kepala Sekolah, Nur Habib, Sabtu (17/2/2018).

Walaupun berada di daerah yang cukup terpencil. Prestasi yang sudah ditorehkan siswa-siswinya cukup membanggakan. Terbukti banyak kejuaraan yang sudah diraih oleh mereka, salah satunya juara Lomba MTQ Putri Kampung Romadhon 2015 dan masih banyak lagi kejuaraan yang lainnya.

Nur Habib melanjutkan, meski berdirinya sekolah yang telah Terakreditasi oleh Dinas Pendidikan ini belum lama, namun sekolah ini sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat. Terbukti dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang mengirimkan anaknya untuk belajar disana. Padahal sebelumnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya terbilang rendah.

“Memang sekolahan SMP ini belum lama, namun alhamdulillah kepercayaan masyarakat semakin meningkat, tak kalah bersaing dengan pendidikan yang lainnya. Dibuktikan siswa kami setiap tahunnya selalu meningkat dan juga secara kualitas pendidikan formal dan keagamaan tidak diragukan lagi,” imbuhnya.

Tak kalah penting sekolah ini telah  menyediakan beberapa Ekstra diantaranya,  olahraga pencak silat (Pagar Nusa, SH Terate), hadroh, pramuka, dan muhadloroh setiap sabtu pagi. Selain dibekali peralatan pendidikan berupa sepatu, tas, buku, dan seragam juga dibekali dengan pelestarian Budaya setempat.(Rojihan)

Berperan Nyata, Banser NU Makin Dibutuhkan di Kecamatan Bandar

0

Pache News, Bandar- Ratusan pemuda di Kecamatan Bandar mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser NU yang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bandar, Jum’at (16/2). Diklatsar yang akan digelar hingga Ahad (18/2) di lapangan Desa Bandar itu diikuti sebanyak 129 peserta laki-laki dan 30 peserta perempuan.

Diklatsar merupakan pengkaderan tingkat awal untuk masuk dalam keanggotaan GP Ansor dan Banser. Para peserta tidak hanya  diberi latihan fisik di lapangan, namun juga diberi materi dan pemantapan di dalam ruangan, berupa pemahamam Ke-NU-an dan nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Pembukaan Diklatsar dihadiri oleh Camat Bandar, Agung Dwi Cahyono, Kapolsek, Danramil Bandar beserta jajarannya, Wakil Ketua PCNU Pacitan, Ketua PC GP Ansor Muhammad Munaji, Instruktur Wilayah Banser, serta tamu undangan.

Camat Bandar Agung Dwi Cahyono menyampaikan ungkapan terimakasih sangat besar kepada kader NU yang telah mengadakan kegiatan tersebut.  Ia berharap kegiatan Diklatar dapat memperkokoh keutuhan NKRI. Apalagi melihat perkembangan hari ini, kehadiran Banser sangat diperlukan di tengah kehidupan masyarakat.

“Saya sangat berterimakasih atas terlaksananya kegiatan yang sangat positif ini. Semoga dengan diagendakan kegiatan Diklat ini dapat memperkokoh NKRI yang kita cintai bersama,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Camat Bandar mendapat kehormatan dengan dipakaikan baju kebesaran Banser yang diberikan langsung oleh Kasatkorcab Banser Pacitan, Tri Siswanto.

“Saya benar-benar sangat terharu dan mengapresiasi dengan diadakannya Diklat ini sehingga akan menjadi contoh bagi yang lain. Terutama menjadi garda depan untuk mempertahankan kesatuan yang berada di bangsa ini,” imbuhnya.

Sementara itu, usai pembukaan para peserta langsung mendapatkan materi tentang pemantapan wawasan Ke-NU-an yang disampaikan oleh Wakil Ketua PCNU, Sunoto. Materi ini penting dilakukan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang organisasi NU, menjaga ulama dan NKRI.

Menjadi kader NU, utamanya Banser, kata Sunoto, harus menjadi garda depan dalam mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Menjadi Banser harus tetap semangat dan  harus menjadi garda depan,”ungkapnya.

Peserta Diklatsar tampak begitu semangat. Seperti disampaikan salah seorang peserta, Suranto. “Saya sangat senang sekali dalam mengikuti kegiatan ini karena hal yang sangat membanggakan bisa ikut dalam pelatihan dan mempertahankan bangsa ini,” ungkapnya disela-sela materi berlangsung. (Rojihan/Zaenal Faizin)

LPBI dan ANSOR Bergerak Bersama Penanganan Pasca Bencana Pacitan

0

Pache news:Bandar-PCNU melalui Lembaga Penangulangan Bencana Dan Perubahan Iklim (LPBI NU) Kabupaten Pacitan distribusikan bantuan untuk renovasi Pondok Pesantran AL-Islah, dan juga RA yang berada di RT/RW 04/10 Dusun Saren, Desa Bandar, Kecamatan Bandar. Bantuan diterima langsung Pimpinan Pondok (KH. Abdullah Marmuzi), Nyai Umi Kulsum. Rabu (14/2/2018).

Penyerahan tersebut dilakukan dikediaman (KH. Abdullah Marmuzi) dan dihadiri LPBI NU, Ketua PAC Ansor Kecamatan Bandar, Pendamping desa Kecamatan Bandar.

Ucapan terimakasih diuangkapkan pimpinan Ponpes Al-islah KH. Abdullah Marmuzi kepada PCNU yang telah membantu meringankan dalam proses pembangunan RA dan renovasi Pondok dengan harapan semuanya dapat berjalan dengan lancar.

“saya hanya bisa mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dengan bantuan yang telah diberikan ini bisa meringankan dalam proses perbaikan pondok maupun RA”.uangkapnya.

Hal yang senada disampaikan Kepala RA Umi Kulsum kepada awak media”terimakasih warga Nu yang telah memberikan bantuan melewati PCNU semoga dengan ini kami lebih giat dalam mengamalkan dan mengembngkan ajaran nahdlatul ulma dari pendidikan tingkat bawah hingga atas”ungkap Umi Kulsum (rojihan/Sp).

Berkat Bantuan LPBI NU, Masyarakat Dapat Beribadah Dengan Tenang

0

Pache news:Sudimoro-Terjawab sudah harapan masyarakat Dusun Bandu, Desa karangmulyo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan. Satu satunya masjid di dusun tersebut Terkena dampak bencana beberapa bulan lalu ( Masjid Al-Mukarromah) sehingga dalam melakukan aktivitas keagamaan dan pengajaran Madrasah Diniyah agak terhambat, kemudian hari ini Selasa (13/2/2018) PCNU Melalui LPBI NU Pacitan realisasikan bantuan dengan peletakan batu pertama untuk renovasi Masjid tersebut.

Peletakan batu pertama tersebut merupakan tindak lanjut dari Tim LPBI NU saat surve  Hari Rabu (31/1/2018) sehingga hari ini bisa terealisasikan dengan lancar.

Koordinator Penanggulangan Pasca bencana Septian Dwi Cahyo mengatakan dengan adanya bantuan yang diberikan PCNU Kab.Pacitan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat semangat  jamaah Warga Nahdlatul Ulama Dusun Bandu, Desa Karangmulyo juga untuk Pendidikan Madrasah Diniyah dimasjid tersebut bisa terlaksana dengan lancar sehingga mampu membentu pemimpin-pemimpin masa depan.

“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan jamaah Warga NU juga Pendidikan Madrasah Diniyah”ungkap Cahyo ,

Selain peletakan batu pertama juga dilaksanakan penyerakan bantuan secara simbolis oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) Pacitan Kepada Takmir Masjid Al-Mukarromah. Dan ia mengucapkan “terimkasih dengan ada ini semoga menambah semangat masyarakat sini dalam berkhitmad di Nahdlatul Ulama”ungkap Takmir masjid Al-Mukarromah. (Rojihan/Sp)

Selamat….! Sahabat Munaji Nahkoda Baru GP Ansor Pacitan

0

Pache news:Pacitan-Ucapan selamat membanjir, Saat Munaji terpilih sebagai nahkoda baru Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pacitan periode 2018-2022  setelah berduet dengan Khairul Anam dalam acara KONFERCAB KE X yang dilaksanakan Auditorium KH Bakri Hasbullah Kikil, Arjosari, Pacitan (Pondok Alfattah Kikil). Minggu (11/2/2018).

Dalam proses pemilihan yang berselisih tujuh suara, menjadikan Munaji sebagai Ketua Ansor terpilih dengan suara sebanyak 67 dan Choirul Anam mendapatkan 60 suara total 127 suara dari seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan pimpinan ranting Sekabupaten Pacitan.01:00WIB

Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Timur GP Ansor Rudi Tri Wahid menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah hadir melaksanakan kegiatan tersebut dengan lancar dan sukses dan kemudian ia juga mengatakan dengan terpilihnya Ketua baru (Munaji) kedepannya menjadi lebih baik dan tambah kesolidannya.

“ semoga dengan terpilihnya ketua baru Pimpinan Cabang GP Ansor pacitan lebih baik dan tetap solid dalam kepengurusannya.” ungkapnya

Terpisah Munaji, Ketua terpilih mengucapkan terimakasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dalam pemilihan tersebut yang memilih maupun yang tidak dalam hal kepemilihan beliau, ia mengharapkan kedepannya bersatu padu saling berkomitmen bersama membesarkan PC GP ANSOR pacitan ini menjadi lebih baik.

“terimakasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam acara ini  sehingga yang saya harapkan kedepannya seluruh GP Ansor Pacitan dari PC,PAC hingga ranting bersatu saling koordinasi untuk memajukan, membesarkan GP Ansor Pacitan Ini menjadi lebih baik”ungkap munaji ketua terpilih kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa”kedepannya akan kita fokuskan pada perbaikan administrasi karena PC GP Ansor saat ini hasil akriditasi kurang memuaskan terkait administri-administrasi yang disyarakatkan wilayah ini bisa kita perbaiki dan kemudian dari sisi ekonomi organisasi kita tingkatkan bersama, rumuskan mengacu hasil kongres di Jongja dan pengkaderan juga menjadi hal yang sangat penting bagi PC GP Ansor Kedepan”imbuhnya (rojihan/sp)

Jelang Pilkada, Pendekar di Pacitan Diajak Ikut Jaga Ketentraman

0

Pache News, Pacitan – Sejumlah perguruan pencak silat di Pacitan diajak untuk ikut menjaga kondusifitas, keamanan dan ketertiban menjelang digelarnya Pilkada Jawa Timur. Ajakan itu disampaikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan dalam acara Bimbingan Wawasan Kebangsaan dan Deklarasi Damai menyongsong Pilkada serentak 2018 di pendopo Kabupaten, Kamis (8/2).

Sejumlah perguruan pencak silat itu adalah PS Tapak Suci Putra Muhamadiyah, Persaudaraan Setia Hati Terate, Perguruan IKS PI Kera Sakti, Persaudaraan Rasa Tunggal, Perguruan PS Bintang surya, Perguruan PS Persinas Asad, Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, Perguruan Rumpun Setia Hati, Perguruan PS Panca Hewan, dan perguruan PS Cempaka Putih.

Kapolres Pacitan AKBP Setyo Koes Heriyatno berpesan agar sesama perguruan saling menghormati. Sehingga dapat tercipta keamanan dan ketentraman di Kabupaten Pacitan.

Kapolres berharap tidak ada konflik yang ditimbulkan dari dampak penggunaan media sosial. Diantaranya dengan tidak mengunggah foto, video, ataupun status-status yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan konflik antar perguruan.

“Kami berberharap kita bersama-sama saling menghormati agar Pacitan ini tenteram, damai. Juga gunakan media sosial dengan baik sehingga  meng-upload foto, video ataupun status yang tidak menimbulkan permasalahan atau bersifat provokatif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol, Hariyanto mengatakan, dengan adanya pesta demokrasi yang dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Jawa Timur pada tahun 2018 ini agar semua Perguruan Pencak Silat ikut mensukseskan agenda tersebut

“Kami harapkan semuanya dapat ikut mensukseskan Pilgub 2018 dan kemudian suksesnya agenda tersebut tentunya bila situasi dan kondisi aman dan tentram di wilayah kabupaten Pacitan,” harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Pacitan Indartato, Kapolres Pacitan AKBP Setyo Kus Heriyatno, Perwakilan Kodim 0801 Pacitan Mayor Inf Bayu Siget Dwi Untoro, Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo, Kepala Bakesbangpol Hariyantoan, dan Jajaran pengurus Perguruan pencak silat. (Rojihan/Zaenal Faizin)