Beranda Warta Daerah Jembatan Darurat Jalur Pacitan-Ponorogo Semakin Mengkhawatirkan

Jembatan Darurat Jalur Pacitan-Ponorogo Semakin Mengkhawatirkan

1177
0
Kondisi Jembatan Darurat Gemaharjo

Pachenews. Pacitan – Kondisi jembatan darurat di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Pacitan, tepatnya di Km 33, kian hari kian mengkhawatirkan. Pantauan wartawan dilapangan menyebutkan, badan jembatan sudah mulai ambles‎ akibat tiang penyangga jembatan terus bergeser. Tak ayal, jembatan yang mestinya bisa dilalui kendaraan besar, saat ini hanya kendaraan-kendaraan kecil yang diperbolehkan melintas. Guna mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan, petugas keamanan dari Mapolres Pacitan dengan dibantu masyarakat sekitar terus melakukan pengamanan disekitar jembatan.

Budi Hari Santoso, Kepala Seksi Jalan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Bina Marga, Pemerintah Provinsi Jawa-Timur, mengatakan, hampir saban hari memang terjadi pergerakan tanah. Pergerakan tersebut lebih cenderung verikal dan turun kebawah. “Tanah terus bergerak, namun bukan sliding, melainkan secara vertikal dan ambles ke bawah,” katanya, Minggu (31/1) dilansir dari Netonline.com.

Menurutnya, instansi terkait sejatinya sudah berulang kali melakukan pengurugan dan pemadatan tanah. Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa bertahan lama. Sebab setiap hari dasar tanah sebagai tumpuan penyangga jembatan terus ambles kebawah.‎ Sebelum didirikan jembatan darurat yang menelan anggaran hampir 3 miliar lebih itu, struktur tanah memang terus mengalami penurunan sekitar 5 hingga 15 centi meter (cm) setiap harinya. “Sehingga ketika penyangga jembatan ditancapkan dan menahan beban sedemikian beratnya, tanah terus ambles. Kondisi tersebut yang berakibat konstruksi jembatan juga ikut bergeser dari posisi semula,” tutur Budi.

Lebih lanjut, Budi menerangkan, saat ini pihaknya memang membatasi jumlah tonase kendaraan yang melintas dititik jembatan darurat tersebut. Maksimal, imbuh dia, hanya kendaraan dengan berat 5 ton yang diizinkan melintas. “Selebihnya memang tidak diperbolehkan. Sebab sangat membahayakan,” tegasnya.

Sekalipun kondisi jembatan memang tak sekuat saat pertama kali dibangun, akan tetapi pihaknya tetap mempertahankan keberadaan jembatan tersebut hingga proses relokasi kelar. Menurut rencana, tahun ini pembebasan lahan untuk relokasi jembatan sudah kelar. Sebab sudah kali kedua, pihaknya melaksanakan sosialisasi dengan masyarakat land owner yang akan dipergunakan sebagai titik lokasi jembatan baru nantinya. ‎”Kita memilih lokasi dibelakang jembatan darurat yang berdekatan dengan tebing. Sebab secara teknis, struktur tanah di lokasi tersebut memang kuat dan sangat memungkinkan didirikan jembatan,” tandasnya.

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.