Beranda Nusantara Sosial Penyuluh Diharap Jadi Garda Terdepan dalam Moderasi Beragama

Penyuluh Diharap Jadi Garda Terdepan dalam Moderasi Beragama

55
0

Batang, Pache News- Plt Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Batang, H Abdul Wahab berharap, para penyuluh agama dapat menjadi garda terdepan dalam praktek moderasi beragama. Yaitu memiliki cara pandang, sikap dan perilaku beragama yang moderat.

“Kita berharap para penyuluh agama ini bisa menjadi garda terdepan dalam moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat,” katanya saat menutup rangkaian kegiatan pelatihan Penyuluh Agama Non PNS di wilayah kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang , Sabtu (17/10).

Moderasi beragama, katanya, sangat penting diterapkan untuk menguatkan kedewasaan sikap beragama ditengah kemajemukan hidup beragama dan berbangsa. Apalagi di kabupaten Batang tidak hanya agama Islam yang tumbuh tapi juga terdapat agama lainnya.

“Karena kita tahu yang sangat mudah disulut untuk membuat masyarakat emosional itu terkait agama itu,” tegasnya.

Pada kesempatan ini ia berpesan agar penyuluh agama dapat bekerja setulus hati dan diniatkan untuk beribadah. “Karena hidup ini memiliki dua sisi, hidup keduniaan dan keakhiratan,” ucapnya.

Para penyuluh diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Karena penyuluh memiliki tugas menyampaikan program-program kementerian agama kepada masyarakat.

“Disamping bekerja dengan niat beribadah juga bagaimana menyampaikan program-program yang ada di kementerian agama,” katanya.

Pelatihan Penyuluh Agama ini, imbuhnya, dalam rangka meningkatkan kompetensi kepenyuluhan kepada masyarakat. Apalagi dunia saat ini seakan dikudeta oleh Pandemi Covid-19.

“Semuanya seperti diluluhlantakkan. Maka perlu inovasi-inovasi yang baru dalam melakukan penyuluhan di masa pandemi ini,” pungkasnya.

Pelatihan ini telah terlaksana sejak Senin, 12 Oktober lalu. Para peserta yang berjumlah 40 orang ini mendapatkan materi peningkatan kompetensi penyuluh dari Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang.

Usai mengikuti kegiatan ini, para penyuluh di lingkungan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Batang diharapkan dapat memiliki pengetahuan, kecakapan, kepribadian, sikap mental yang mampu memberi kontribusi untuk mendukung prioritas revolusi mental dan dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. (Zaenal Faizin)

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.